Kegalauan Kawula Muda : Matic vs Manual
Sugeng Rawuh pembaca letsgogaspoll!!
Ketemu lagi sama penulis nganggur yang niatnya cuma menghibur.
Kapan hari letsgogaspoll seperti mendapat satu ilham untuk mengangkat topik yang bisa dibilang kegalauan ABG, yaitu memilih sepeda motor. Kawula muda jaman now dihadapkan pilihan sulit kala orang tua mereka menanyakan “Le, kowe gelem motor seng koyo opo?” (Nak, kamu ingin motor yang seperti apa?) Pasti 99,9% dari mereka langsung dirundung kegalauan. Saking sayangnya orang tua pada anaknya, ABG SMA, malah SMP, sampai ada yang bertunggangkan motor sport fairing 150cc keatas yang dihuni CBR150R, Ninja 250, YZF R25, GSX-R150 dkk. Jaann uediann tenann iki!! Author letsgogaspoll yang duduk dibangku kuliah aja tunggangannya masih seekor bebek Honda lansiran 2003. Ckckckckck…
Pikiran pasti tidak jauh-jauh dari memilih antara motor matik atau
manual. Westalah pasti!!
Atas dasar itulah letsgogaspoll dengan mantap menulis artikel ini. Bukannya memihak ke motor matik ataupun manual, hanya meberikan sedikit perbandingan.
Atas dasar itulah letsgogaspoll dengan mantap menulis artikel ini. Bukannya memihak ke motor matik ataupun manual, hanya meberikan sedikit perbandingan.
Saking sayangnya orang tua pada
anaknya, ABG SMA, malah SMP, sampai ada yang bertunggangkan motor sport fairing 150cc keatas yang dihuni
CBR150R, Ninja 250, YZF R25, GSX-R150 dkk. Jaann
uediann tenann iki!! Author letsgogaspoll
yang duduk dibangku kuliah aja tunggangannya masih seekor bebek Honda
lansiran 2003. Ckckckckck…
Biar nggak dikira ngaco bin
ngawur, letsgogaspoll mewawancarai
salah satu montir kesayangan letsgogaspoll.
Mas Sunar namanya. Montir lihai dari Eka Jaya Motor yang bermarkas di daerah
Ketintang, Surabaya ini sudah nggak asing dengan ranah permotoran. Beliau nggak
segan untuk membagi sedikit ilmunya kepada letsgogaspoll
yang notabene amatiran. Hahahaha….
Berikut ini
poin-poin yang letsgogaspoll rangkum
1.
Karakter
Mesin
Pada
dasarnya motor matik dan manual jelas sekali berbeda karakter mesinnya.
“Mesin matik enak dipakai harian. Akselerasinya pun lebih cepat, karena dia nggak pakai pindah gigi, jadi istilahnya nggak buang waktu. Cuman, matic kalah di top speed (kecepatan maksimal)”, ujarnya gamblang. “Tapi bukan berarti motor manual nggak enak buat harian lho ya. Sama enaknya. Repotnya manual itu ada pindah gigi, jadi waktu akselerasi seolah kebuang. Tapi kalau untuk top speed jelas si manual nggak ada lawan!”, lanjutnya.
“Mesin matik enak dipakai harian. Akselerasinya pun lebih cepat, karena dia nggak pakai pindah gigi, jadi istilahnya nggak buang waktu. Cuman, matic kalah di top speed (kecepatan maksimal)”, ujarnya gamblang. “Tapi bukan berarti motor manual nggak enak buat harian lho ya. Sama enaknya. Repotnya manual itu ada pindah gigi, jadi waktu akselerasi seolah kebuang. Tapi kalau untuk top speed jelas si manual nggak ada lawan!”, lanjutnya.
2.
Pengereman
“Kalau pengereman jelas beda. Si manual lebih enak. Pakem. Secara ukuran
rem depan motor manual lebih besar, otomatis daya pengereman lebih sigap. Matic
sedikit kurang sigap karena ukuran rem depannya saja lebih kecil”
3.
Kepraktisan
Masalah kepraktisan sebenarnya relatif. Semua kembali ke kita. Seberapa
tingkat kepraktisan yang kita butuhkan pada sepeda motor.
“Masalah kepraktisan dan akomodasi jelas jadi poin plus matik. Ada
tempat penyimpanan di bagian depan bawah setir. Kapasitas bagasi bawah jok juga
luas. Untuk motor manual mungkin bagasinya tidak seluas matic. Nggak enaknya,
matic lebih sulit diparkir, apalagi waktu kita pakai standar tengah. Matic
terasa berat saat ditarik dan diangkat ekornya karena posisi mesinnya yang ada
di belakang, sedangkan motor manual lebih mudah karena posisi mesinnya lebih ke
depan.”
4.
Jumlah
Pelumas
“Jumlah macam pelumas jelas mempengaruhi biaya servis. Semakin banyak
pelumas yang diganti, semakin mahal biayanya. Matic memiliki 2 pelumas. Pelumas
mesin dan pelumas transmisi. Sedangkan motor manual hanya memiliki satu
pelumas, yakni untuk mesin, sehingga biaya servis jauh lebih murah.”
5.
Konsumsi
Bahan Bakar
Seringkali
kita membandingkan konsumsi BBM matik dan manual dengan melihat besaran cc-nya.
Padahal anggapan ini keliru. Walaupun ber-cc sama, sekali lagi, karakter mesin
berbeda.
“Matik bukaan gasnya terus menerus, jadi istilahnya mesin nggak ada jeda untuk “istirahat”. Beda cerita kalau manual karena bukaan gas tergantung pada posisi gigi transmisi. Jadi istilahnya gas terbuka seperlunya pada gigi tertentu, sehingga konsumsi BBM jelas lebih irit.”, jelas Mas Sunar.
“Matik bukaan gasnya terus menerus, jadi istilahnya mesin nggak ada jeda untuk “istirahat”. Beda cerita kalau manual karena bukaan gas tergantung pada posisi gigi transmisi. Jadi istilahnya gas terbuka seperlunya pada gigi tertentu, sehingga konsumsi BBM jelas lebih irit.”, jelas Mas Sunar.
Nah gimana?
Sudah tahu kan bedanya motor matik dengan manual? Masalah selera pastinya semua
kembali ke para pembaca gaspoll.com.
Semoga
tulisan gaspoll.com kali ini berguna bagi njenengan yang
gundah gulana memilih calon tunggangan. Sampai ketemu di artikel selanjutnya.
Safety Ride, Safety You.


Comments
Post a Comment